Celoteh21 May 2008 12:28 pm

Hihihi di sela2 nunggu mahasiswa2 lagi bingung ngerjain quiz, sempet2in nulis posting. Bingung sih mo ngomong apa, tapi mengingat dan menimbang klo akhir2 ini lagi seru2nya kita merayakan 100 tahun hari Kebangkitan Nasional jadi pengen ngasih celotehan kecil tentang ini.

Semalem nonton di TV acara peringatan Kebangkitan Nasional yang ke 100 tahun di Senayan, hmm gak bisa diboongin, sedikit banyak dah menimbulkan or menambahkan rasa nasionalisme n semangat yang tinggi di relung hati yang paling dalam ini (hehehe sok puitis). Indonesia dengan begituuuu banyak kekayaan alam, begitu luas hamparan tanah yang subur dan segala nikmat2 lainnya tapi kok masih aja yah keadaannya kayak gini? Kayak gini dalam artian bukannya jelek banget, tapi seharusnya tidak seperti ini, seharusnya bisa lebih maju, seharusnya bisa lebih baik. Lalu apa yang salah?

Kadang2 suka rada gak setuju sama masyarakat yang terlalu menyalahkan pemerintah atas kondisi negara yang rada susah. Menurut rani pribadi, mungkin benar pemerintah salah, mungkin benar pemerintah kurang hati-hati dalam mengambil keputusan tapi jujur menurut rani, maju atau tidaknya suatu negara sangat dipengaruhi oleh karakter individu rakyatnya masing2.

Orang2 boleh demo habis2an menuntut ini menuntut itu tapi coba instrospeksi diri kita terlebih dahulu. Harus kita akui, sebagian besar masyarakat Indonesia masih berada dalam kebodohan dan kemalasan yang cukup serius. Orang2 yang miskin pasti anaknya banyak, orang2 yang kaya anaknya sedikit. Apa orang2 tuh waktu punya anak gak rencanain dulu kali yah.
Banyak orang2 bilang klo lapangan pekerjaan tuh sedikit, ya emang bener sih klo dibanding dengan jumlah penduduknya, tapi orang2 yang punya keterampilan khusus, kepintaran, giat dan ulet gak akan milih untuk protes, tapi mereka akan cari tahu apa yang bisa mereka lakukan, apa yang bisa mereka kerjakan. Orang2 yang berkompeten pasti punya seribu kesempatan besar, sedangkan orang2 yang tidak punya ilmu akan sulit untuk memperoleh walau hanya satu kesempatan kecil.
Gimana suatu negara bisa maju klo didalamnya diisi dengan orang2 yang gak mau susah dan mau enaknya, gak mau cape tapi pengen dapet yang baik2?? Yup, balik lagi intinya untuk membangkitkan negara ini, kita harus bisa perbaiki diri, mulai dari hal yang terkecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang (kata2 ‘Aa Gym bener ya).

Cayo.. Semangat Indonesia Ku, Aku yakin kita pasti bisa

Indonesia BISA,….. Indonesia BISA…….Indonesia BISA…

Oiya BTW pasti liat dong tari saman yang ada di acara Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional itu?? Hehehe bukannya mo pamer or gimana nih tapi cuma mo ngucapin bangga tuk adik Rani si Ndut Tiwi yang jadi salah satu penari dari 600 penari saman itu. Gak sia2 tu anak pulang malem terus karena latihan nari, hasilnya emang bener2 keren (Terus berlatih ya de’, tariannya bagus, Mba bangga, n met berangkat ke Bali yah hari Jumat jangan lupa bawa oleh2 Jilbab khas Bali hihihihi).

Celoteh15 May 2008 8:56 am

Life must go on…

Ridho gak ridho, harus dihadapi, jadi mendingan ridho kan??

Saat satu pintu tertutup, pintu yang lain akan terbuka, dan aku tidak akan terlalu lama termenung meratapi pintu yang sudah tertutup.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah: 216)

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu. (QS. Al Baqarah : 45)

Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, selain orang yang kafir. (QS. Yusuf : 87)

Dibalik semua kejadian pasti terdapat hikmah yang dapat diambil.
Aku yakin Allah sudah memiliki skenario yang indah untuk ku, untuk mu, untuk nya dan untuk semua makhluknya.

Bertemanlah dengan waktu maka kau tidak akan pernah menyesal.

Keep move on, for me and for my friends. Jangan ragu dan khawatir tuk terus melangkah. :-)

Semangat !!!!!

Celoteh3 May 2008 1:00 pm

Mungkin dah rada2 basi kali yah ngomongin Novel Ayat-Ayat Cinta sekarang, tapi gak kuat rani kalo harus nahan2 komentar rani tentang Novel yang satu ini. Bisa dibilang nih Novel adalah salah satu Novel or bacaan terindah yang pernah rani baca. Di dalamnya banyak pelajaran mengenai berbagai macam sisi kehidupan.
Rani pernah menghadiri acara sejenis workshop gitu yang temanya mengupas Novel Ayat-Ayat Cinta beberapa waktu lalu. Sang penulis novel “Bapak Habiburrahman El Shirazy” bercerita bahwa beliau menulis novel tersebut dalam masa2 pemulihan setelah kecelakaan yang dialaminya. Dimasa-masa jenuh di kamarnya itu, beliau ingin tetap bisa melakukan sesuatu yang berguna dan akhirnya muncullah ide untuk menulis novel Ayat-Ayat Cinta. Beliau juga cerita klo saat ide itu muncul, setting kamarnya langsung didekor seperti kamar beliau saat beliau menuntut ilmu di mesir, di meja belajarnya dipampangkan peta Mesir agar nuansa dan tempat2 indah di Mesir terbayang dengan mudah di kepalanya. Beliau juga mengambil kitab-kitab yang menemaninya tidur selama menjadi mahasiswa Universitas Al Azhar Cairo dan menggeletakkannya di tempat tidur sehingga suasana di Cairo tumbuh di kamarnya, dan aktivitasnya itu hanya nulis seharian dan istirahat hanya untuk sholat dan makan. Hebat kan?
Siapa yang nyangka sekarang novel itu beserta filmnya sempat menjadi film dan buku terlaris di Indonesia? Subhanallah… Keren !!!!

Beberapa pelajaran or kalimat yang dalem banget n rani suka dari Novel Ay-Ay-Cin (Biasanya rani nyebut Novel itu) diantaranya :

Kebiasaan Fahri membuat peta kehidupan or target hidupnya di masa datang serta menjadwal kegiatan sehari-harinya. Sedikit kutipan dari Novel AAC :
“Dalam surat Ar Ra’ad ayat sebelas Allah berfirman, Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya. Jadi nasib saya, masa depan saya, mau jadi apa saya, sayalah yang menentukan. Sukses dan gagalnya saya, sayalah yang menciptakan. Saya sendirilah yang mengaristeki apa yang akan saya raih dalam hidup ini.”
Itu semua menginspirasi rani tuk buat target konkrit dan jelas selama tahun ini dan rencana2 penting ke depan so tujuan kita tuh jadi jelas, langkahpun gak ragu, rani rasa semua orang khususnya anak muda emang semestinya membuat peta kehidupan seperti itu juga ya.

Kepribadian Fahri yang gak kenal lelah, berusaha tepati janjinya walaupun badai menghadang, panas menyengat, tapi tetep aja dia gak kenal nyerah tuk memenuhi janjinya ke orang lain dan semangat belajarnya tinggi. Cayo… Rani harus bisa mencontoh!!

Inget waktu Fahri tau klo Nurul (Satu-satunya wanita yang bila disebut namanya ia berdebar-debar) ternyata juga memendam rasa padanya, dan saat itu adalah detik2 pernikahannya dengan Aisha? Ada satu ungkapan yang penting saat itu :

Tidak selamanya perasaan harus dituruti. Akal sehat adalah juga wahyu Ilahi.
Hebat, itu lah yang mencegah ungkapan Cinta itu Buta.

Doa yang diajarkan oleh Ibunda Aisha yang menurut rani sangat bagus dan indah :

“Ya Allah, letakkanlah dunia di tanganku, jangan di hatiku.”

Dan Terakhir yang menjadi inti Novel AAC ini adalah saat Aisha menawarkan kepada Fahri untuk menyuap keluarga Noura dan terbebas dari penjara. Satu paragraf yang begitu indah :

Jika cinta keduanya tidak berlandaskan ketakwaan kepada Allah maka keduanya bisa saling bermusuhan kelak di akhirat. Apalagi jika cinta keduanya justru menyebabkan terjadinya perbuatan maksiat baik kecil maupun besar. Tentu kelak mereka berdua akan bertengkar di akhirat. Seseorang yang sangat mencintai kekasihnya sering melakukan apa saja demi kekasihnya. Tak peduli pada apa pun juga. Terkadang juga tidak peduli pada pertimbangan dosa atau tidak dosa. Jika yang dilakukan adalah dosa tentu akan menyebabkan keduanya akan bermusuhan kelak di akhirat. Sebab mereka akan berseteru di hadapan pengadilan Allah Swt. Inilah yang telah diperingatkan oleh Allah Swt dalam surat Az Zuhruf ayat 67: “Orang-orang yang akrab saling kasih mengasihi, pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” Isteriku, aku tak ingin kita yang sekarang ini saling menyayangi dan saling mencintai kelak di akhirat justru menjadi musuh dan seteru. Aku ingin kelak di akhirat kita tetap menjadi sepasang kekasih yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Indahnya…

Semoga lebih banyak novel2 yang tidak hanya menjadi bacaan pengisi waktu tapi juga memberikan hikmah dan pelajaran bagi pembacanya. Amin.

Celoteh1 May 2008 5:54 am

Weleh2….. dah lama banget nih rasanya gak ngeblog, hmmm klo diliat2 postingan terakhir itu awal tahun 2007 berarti dah 1 tahun lebih rani gak ngupdate blog, tapi tenang aja kawan2 dan para penggemar *hehehe narsis*, karena sekarang semangat nge blognya dah bangkit lagi nih, jadi kalian dah bisa sering2 berkunjung ke sini silaturahmi n berbagi cerita ma rani hahahaha.

Sebetulnya sayang banget nih, coz banyak cerita2 selama rani cuti dari nulis blog. Dari mulai masa2 pensiun dari lab, saat2 skripsi yang melelahkan, sidang skripsi yang aneh sampe sekarang masa2 peralihan dari status mahasiswi menjadi karyawan Budi Luhur.

Yah klo ditanya enakan saat kuliah or kerja mungkin kebanyakan orang bilang enakan masa kuliah dimana saat itu kita masih bisa santai2, jalan2, becanda2, tugasnya cuma belajar dan segala macamnya yang masih berbau hal2 yang belum terlalu serius. Sebaliknya, di dunia kerja, kita sudah mulai dituntut untuk bersikap dan berpikir lebih dewasa lagi, tuntutan kemampuan untuk bisa melaksanakan tugas yang kita kasih, beradaptasi dengan orang2 baru, punya atasan dan segala macamnya yang mau gak mau harus kita hadapi dan atasi.
Meskipun enakan masa kuliah, tetep aja fren, hidup itu kan kayak roda yang berputar, so kita gak mungkin stuck di suatu tempat, ada saatnya kita harus berkembang dan move on menuju tahap2 hidup yang berikutnya dan emang harus dijalanin. Betul begitu sodara????

Sedikit cerita tentang dirikyu, Alhamdulillah sejak tanggal 12 April 2008 lalu rani dah jadi Sarjana Ekonomi lho *hehehe rada narsis tapi boleh dong sekali2*, setelah kurbih (Kurang lebih) 3,5 tahun menuntut ilmu secara gratis di Budi Luhur, sekarang waktunya rani turun gunung menjalani masa dinas di Budi Luhur yang klo diitung2 dengan rumus di kontrak ikadin tuh 1.5n + 1 –> it means that I have to work in Budi Luhur University about 6,25 years.

Mungkin orang2 pikir gak enak bener jadi rani, harus kerja di BL sekitar 6 tahun. Tapi percayakah anda? Gak tau kenapa, rani semangat aja tuh kerja di BL, emang sih rada bosen n kadang mau ngerasain kerja di kantor2 gede gitu di daerah segitiga emas, tapi niat mo balas budi n yakin kalo ini emang dah jalan yang terbaik yang dipilih ALLAH tuk rani, jadi rani ngerasa harus semangat jalaninnya n bersyukur. Rani yakin kok dimanapun kita berada, klo emang dasarnya orang itu orang yang mau selalu belajar dan berkembang maka dia pasti bisa berkembang. Siapa tau beberapa tahun ke depan rani dah bisa jadi rektor *hehehehe ketinggian kayaknya, tapi namanya juga cita2*. Salah satu hal yang bikin rani rada2 gimana itu adalah karena nti selama 6 tahun ke depan rani akan ditemani oleh rhe2 ma icha yang rada2 gimana gitu… hihihihi mudah2an Rani diberi kekuatan sama yang di atas :-D

Selamat menempuh tahap hidup yang baru temen-temen rani semua, Selamat berjuang, Saat2 bersama kalian yang dulu akan tetap tersimpan rapi menjadi kenangan indah di hati rani. Terima kasih tuk semuanya, Keep in touch yah… dan smoga sukses. Cayo…Semangat!!!

Dan satu lagi, sering2 berkunjung lagi yah ke blog rani ;-)

Celoteh2 January 2007 1:44 pm

Happy New Year All..
Hope we will have a better year.
Hope we can make a dream come true…
Hope we can give more for the world…
Hope we can be a better person…
Semangat !!!

Rani mo ngucapin turut bersedih tuk para korban hilangnya pesawat Adam Air Surabaya-Manado Senin 1 Jan 2007 kemarin, Qta doain semoga semuanya baik2 aja.
Rani tau klo rani di posisi para keluarga korban, rani gak akan semudah itu untuk menulis kata2 semangat dsb, tapi rani pikir itulah gunanya saudara, ketika saudara yang lainnya sedih, Qta berkewajiban tuk menghentikan tangisnya, menghapus air matanya dan melupakan kesedihannya.

Walaupun hari pertama di tahun 2007 ini diawali dengan jatuhnya pesawat Adam Air yang memakan banyak korban, Qta gak boleh jadi pesimis or beranggapan klo taun ini bukan taun yang menguntungkan.
Harus tetep semangat…
Harus tetep yakin tuk ngejalanin tahun ini, tahun depan dan tahun2 berikutnya…

Ada yang nanya emang apa bedanya sih tahun 2006 ma taun 2007? Untuk apa siy ngerayain segala? Toh masih sama aja rasanya…
O o anda salah, emang siy langit masih sama, matahari masih terbit dari timur ke barat, satu hari masih 24 jam, tapi merayakan taun baru itu condong lebih mempengaruhi sisi psikologi seseorang. Memang semuanya masih sama, tapi taun baru itu momen2 yang dipakai orang2 tuk introspeksi diri, membuat visi baru, menentukan tujuan baru, memulai sesuatu yang baru pokoknya yg kayak gitu2 deh.
Trus gimana klo da yang bilang kan introspeksi diri itu bisa kapan aja gak taun baru aja? Itu lebih bener lagi, emang begitu, tapi gak ada salahnya kan klo orang2 memilih momen taun baru tuk ngelakuin itu? Ya udah lah, apapun pendapat orang pokoknya rani ucapkan :

“Happy New Year…… Tahun Baru… Semangat Baru… Cayo Semua!!!”