Mungkin dah rada2 basi kali yah ngomongin Novel Ayat-Ayat Cinta sekarang, tapi gak kuat rani kalo harus nahan2 komentar rani tentang Novel yang satu ini. Bisa dibilang nih Novel adalah salah satu Novel or bacaan terindah yang pernah rani baca. Di dalamnya banyak pelajaran mengenai berbagai macam sisi kehidupan.
Rani pernah menghadiri acara sejenis workshop gitu yang temanya mengupas Novel Ayat-Ayat Cinta beberapa waktu lalu. Sang penulis novel “Bapak Habiburrahman El Shirazy” bercerita bahwa beliau menulis novel tersebut dalam masa2 pemulihan setelah kecelakaan yang dialaminya. Dimasa-masa jenuh di kamarnya itu, beliau ingin tetap bisa melakukan sesuatu yang berguna dan akhirnya muncullah ide untuk menulis novel Ayat-Ayat Cinta. Beliau juga cerita klo saat ide itu muncul, setting kamarnya langsung didekor seperti kamar beliau saat beliau menuntut ilmu di mesir, di meja belajarnya dipampangkan peta Mesir agar nuansa dan tempat2 indah di Mesir terbayang dengan mudah di kepalanya. Beliau juga mengambil kitab-kitab yang menemaninya tidur selama menjadi mahasiswa Universitas Al Azhar Cairo dan menggeletakkannya di tempat tidur sehingga suasana di Cairo tumbuh di kamarnya, dan aktivitasnya itu hanya nulis seharian dan istirahat hanya untuk sholat dan makan. Hebat kan?
Siapa yang nyangka sekarang novel itu beserta filmnya sempat menjadi film dan buku terlaris di Indonesia? Subhanallah… Keren !!!!
Beberapa pelajaran or kalimat yang dalem banget n rani suka dari Novel Ay-Ay-Cin (Biasanya rani nyebut Novel itu) diantaranya :
Kebiasaan Fahri membuat peta kehidupan or target hidupnya di masa datang serta menjadwal kegiatan sehari-harinya. Sedikit kutipan dari Novel AAC :
“Dalam surat Ar Ra’ad ayat sebelas Allah berfirman, Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya. Jadi nasib saya, masa depan saya, mau jadi apa saya, sayalah yang menentukan. Sukses dan gagalnya saya, sayalah yang menciptakan. Saya sendirilah yang mengaristeki apa yang akan saya raih dalam hidup ini.”
Itu semua menginspirasi rani tuk buat target konkrit dan jelas selama tahun ini dan rencana2 penting ke depan so tujuan kita tuh jadi jelas, langkahpun gak ragu, rani rasa semua orang khususnya anak muda emang semestinya membuat peta kehidupan seperti itu juga ya.
Kepribadian Fahri yang gak kenal lelah, berusaha tepati janjinya walaupun badai menghadang, panas menyengat, tapi tetep aja dia gak kenal nyerah tuk memenuhi janjinya ke orang lain dan semangat belajarnya tinggi. Cayo… Rani harus bisa mencontoh!!
Inget waktu Fahri tau klo Nurul (Satu-satunya wanita yang bila disebut namanya ia berdebar-debar) ternyata juga memendam rasa padanya, dan saat itu adalah detik2 pernikahannya dengan Aisha? Ada satu ungkapan yang penting saat itu :
Tidak selamanya perasaan harus dituruti. Akal sehat adalah juga wahyu Ilahi.
Hebat, itu lah yang mencegah ungkapan Cinta itu Buta.
Doa yang diajarkan oleh Ibunda Aisha yang menurut rani sangat bagus dan indah :
“Ya Allah, letakkanlah dunia di tanganku, jangan di hatiku.”
Dan Terakhir yang menjadi inti Novel AAC ini adalah saat Aisha menawarkan kepada Fahri untuk menyuap keluarga Noura dan terbebas dari penjara. Satu paragraf yang begitu indah :
Jika cinta keduanya tidak berlandaskan ketakwaan kepada Allah maka keduanya bisa saling bermusuhan kelak di akhirat. Apalagi jika cinta keduanya justru menyebabkan terjadinya perbuatan maksiat baik kecil maupun besar. Tentu kelak mereka berdua akan bertengkar di akhirat. Seseorang yang sangat mencintai kekasihnya sering melakukan apa saja demi kekasihnya. Tak peduli pada apa pun juga. Terkadang juga tidak peduli pada pertimbangan dosa atau tidak dosa. Jika yang dilakukan adalah dosa tentu akan menyebabkan keduanya akan bermusuhan kelak di akhirat. Sebab mereka akan berseteru di hadapan pengadilan Allah Swt. Inilah yang telah diperingatkan oleh Allah Swt dalam surat Az Zuhruf ayat 67: “Orang-orang yang akrab saling kasih mengasihi, pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” Isteriku, aku tak ingin kita yang sekarang ini saling menyayangi dan saling mencintai kelak di akhirat justru menjadi musuh dan seteru. Aku ingin kelak di akhirat kita tetap menjadi sepasang kekasih yang dimuliakan oleh Allah Swt.
Indahnya…
Semoga lebih banyak novel2 yang tidak hanya menjadi bacaan pengisi waktu tapi juga memberikan hikmah dan pelajaran bagi pembacanya. Amin.
