Kemarin pas lagi browsing, eh dapet ilustrasi yg bagus tentang waktu. Rani harap bisa memberikan inspirasi ‘n makna tersendiri tuk yang baca.
————————————————————————————————
Suatu hari, seorang ahli ‘Manajemen
Waktu’
berbicara di depan
sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia
memakai
ilustrasi yg tidak
akan dengan mudah dilupakan oleh para
siswanya.
Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia
berkata:
“Baiklah, sekarang waktunya kuis ”
Kemudian dia mengeluarkan toples
berukuran
galon yg bermulut cukup
lebar, dan meletakkannya di atas meja.
Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin
batu
berukuran
segenggam tangan dan meletakkan dengan
hati-hati batu-batu itu
kedalam toples.
Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke
ujung
atas dan tidak
ada batu lagi yg muat untuk masuk ke
dalamnya,
dia bertanya:”
Apakah toples ini sudah penuh?”
Semua siswanya serentak menjawab,
“Sudah!”
Kemudian dia berkata, ” Benarkah?
Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang
kerikil.
Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke
dalam
toples sambil
sedikit mengguncang-guncangkannya,
sehingga
kerikil itu mendapat
tempat diantara celah-celah batu-batu itu.
Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi:
“Apakah toples ini sudah penuh?”
Kali ini para siswanya hanya tertegun,
“Mungkin belum!”, salah satu dari siswanya
menjawab.
“Bagus!” jawabnya.
Kembali dia meraih kebawah meja dan
mengeluarkan sekeranjang pasir.
Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam
toples,
dan pasir itu
dengan mudah langsung memenuhi ruang-
ruang
kosong diantara
kerikil dan bebatuan.
Sekali lagi dia bertanya,
“Apakah toples ini sudah penuh?”
“Belum!” serentak para siswanya menjawab
Sekali lagi dia berkata, “Bagus!”
Lalu ia mengambil sebotol air
dan mulai menyiramkan air ke dalam toples,
sampai toples itu
terisi penuh hingga ke ujung atas.
Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini
memandang kpd
para siswanya dan
bertanya:
“Apakah maksud dari ilustrasi ini?”
Seorang siswanya yg antusias langsung
menjawab, “Maksudnya,
betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu
berusaha kamu masih dapat
menyisipkan jadwal lain kedalamnya!”
“Bukan!”, jawab si ahli,
“Bukan itu maksudnya.
Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita
bahwa :
JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA
KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU
TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN
BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES
TERSEBUT.
“Apakah batu-batu besar dalam hidupmu?
Mungkin
anak-anakmu,
suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi,
persahabatanmu,
kesehatanmu, mimpi-mimpimu.
Hal-hal yg kamu anggap paling berharga
dalam
hidupmu.
Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu
besar
tersebut sebagai
yg pertama, atau kamu tidak akan pernah
punya
waktu untuk
memperhatikannya.
Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil
dalam
prioritas
waktumu, maka kamu hanya memenuhi
hidupmu
dengan hal-hal yang
kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk
melakukan hal yang besar
dan berharga dalam hidupmu”.
————————————————————————————————
