Celoteh26 January 2006 4:52 am

Bulan pertama tahun 2006 ternyata sudah menghadirkan 2 berita duka bagi keluarga besar Labkom. Tanggal 24 Januari 2006 lalu, Ayahanda dari Bang Ferdy meninggal dunia. 2 hari kemudian tanggal 26 Januari 2006 tepatnya hari ini, Rani dapat kabar duka lagi. Ayahanda dari Rachmat Hidayat “Mamat” meninggal dunia. Rani turut berduka cita untuk kalian berdua. Semoga kedua sosok ayah itu diterima di sisi Allah SWT serta diberikan ketabahan bagi kedua keluarga yang ditinggalkan. Rani yakin itu pasti hal yang berat banget tuk dihadapin. Rani gak bisa ngomong “jangan terlalu bersedih” or whatever lah yang mungkin bisa membuat kalian gak terlalu lama bersedih, karena Rani tahu kalo Rani ada di posisi kalian saat ini mungkin Rani akan shock dan lebih sedih dari kalian dan membutuhkan waktu yang sangat lamaaaa untuk bisa ngelupainnya.

Rani cuma mau kalian tahu kalau “Di belakang kalian masih banyak orang2 yang peduli ‘n sayang kalian, jadi jangan pernah merasa sendiri. “

Celoteh16 January 2006 5:41 am

Beberapa hari belakangan ini rani khawatir nilai absensi rani kurang dari 80% tuk mata kuliah TeKo 2. Rani gak masuk mata kuliah itu 2x, itu juga bukan karena rani gak mo masuk, tapi karena rani datangnya telat lebih dari 30 menit. Kalo 2x sih rani yakin nda kurang dari 80% tapi Masalahnya … kayaknya pertemuan selanjutnya setelah 2x rani gak masuk itu, dosennya (Ibu Sumastuti) membuat suatu garis horizontal di kolom absen Rani (absennya absen panggil) yang otomatis akan menandakan kalo rani gak masuk dan jumlah ketidakhadiran rani menjadi 3.

Kalo masalah IP rani bakalan turun dan rani harus ngulang mata kuliah itu lagi, rani dah siap deh. Tapi masalah terbesar rani adalah apa alasan yang harus rani kasih ke Bapak rani kalo dia ngeliat HSK rani dan ada satu mata kuliah yang nilainya gak keluar? Huh pasti rani dipecat jadi anak kalo rani bilang gak masuk karena terlambat.

Tapiiii, alhamdulillah wa syukurillah tanggal 14 Januari kemarin, ketika rani ngeliat daftar mahasiswa yang kurang dari 80%, mahasiswa dengan nim 0461500103 gak ada. Ternyata jumlah pertemuannya ada 15x jadi walaupun dosennya emang bener2 nyoret absen rani, persentasi kehadiran rani pas 80%. Hmmm rasanya gak terlukiskan, plong banget. Itu berarti rani gak harus ngulang dan gak harus pusing ngarang2 alasan ke Bapak. Thanks God!! Eit hal ini belum berakhir, karena Rani dah nazar kalo rani lulus dari masalah absensi, rani akan puasa 10 hari. So mulai senin ini Rani puasa tuk penuhin nazar rani, yah itung2 sekalian berhemat. Doakan aku yah teman2!!!

Uncategorized, Celoteh12 January 2006 6:57 am

Semalam rani nonton acara Topik Minggu Ini di SCTV, malam itu pembahasannya tentang kekerasan orang tua ke anaknya. Gak nyangka ternyata falsafah bahwa semua orang tua pasti menyayangi anaknya dan akan melindunginya dari apapun juga sekarang ini kayaknya dah mulai pudar deh.

Kasus pertama, Tya, Gadis kecil berumur 9-10 tahun sama Bapak kandungnya sendiri di setrika hanya karena dia gak ngaku uang itu punya siapa? Please deh masa gara2 ga mo ngakuin uang aja pake acara setrika-setrika an segala? Mending kali yang disetrika itu satu tempat, perbannya itu ada di tangan kanan, telapak kaki kiri, lutut kanan, betis pokoknya hampir semua kakinya kena deh. Emang anaknya itu pakaian apa??? Tau gitu rani juga deh yang ngaku pemilik uangnya!!!
Ketika Tya diwawancarain di Liputan 6, dia ditanya:
Pewawancara : “Tya kalo ketemu bapak sekarang rasanya apa?”
Tya : ” Takut”
Pewawancara : “Tapi Tya masih sayang kan sama Bapak?”
Tya : “Nggak” (dengan mantap tanpa pikir pikir)
Sedih ga sih jadi ibunya, anaknya sendiri gak sayang ma Bapaknya.

Kasus kedua, Pada malam tahun baru kemarin, seorang Bapak yang pulang dari merayakan Tahun Baru mabuk bertengkar dengan istrinya kemudian membakar kedua anaknya yang masih balita. 1 anaknya Indah (klo ga salah denger) meninggal sedangkan yang 1 lagi Lintang sampai sekarang masih dirawat di rumah sakit. Bener2 gak habis pikir deh, orang2 mah Tahun Baru bakar ayam or ikan eh dia malah bakar anak. Walaupun si Lintang nantinya sembuh secara fisik, tapi rani yakin secara psikis dia gak akan balik ke normal lagi.

Kasus ketiga, Ini bukan dari Topik Minggu Ini tapi ini dari sinetron Apa Salahku di TPI tadi malam jam 8. Kisahnya gak jauh beda tapi yang lebih parah kali ini ibunya yang jahat. Pertama kali ganti ke channel TPI itu lagi adegan ibunya bawa pisau dapur trus dia narik tangan anaknya Naima ditaruh di atas meja (jadi kesannya kaya mo motong tangan anaknya gitu deh). Rani aja yang baru nonton langsung lemes, khawatir, deg-degan, apalagi anak itu, ternyata ibunya cuma nusuk2 pisaunya di daerah sekitar tangan Naima. Trus Naima di masukkin ke kotak yang dibuat oleh Naima sendiri (dengan ancaman kalo kotak itu gak selesai tepat waktunya ayahnya akan dibunuh, coz ayahnya lagi sakit), setelah kotaknya jadi Naima langsung dimasukin trus ditutup petinya sampai dia ga bisa nafas. Dan itu lom berakhir, setelah itu petinya digelindingan dari atas tangga ke bawah, Sadis ga sih? Dan yang mau tidak mau harus dipercaya adalah Film itu ternyata diangkat dari kisah nyata….

Sebetulnya semua itu penyebabnya apa? Sudah begitu parahkah kerusakan moral di dunia sampai2 kasih sayang orang tua ke anak yang katanya begitu besar & tulus terkikis habis dan terganti oleh kekejian. Anak kecil kan juga manusia….

Celoteh2 January 2006 11:21 am

Hmm hari pertama kuliah di tahun 2006 dah diisi dengan kepenatan latihan sebelum UAS tuk mata kuliah TeKo 2!!! Dari 4 soal yang dikasih rani cuma sempet ngerjain 3 soal, BT! Tapi rani masih bersyukur, kalo dibandingin sama orang2 yang ada di TA yang lagi pada ngejar deadline, pasti pusing rani gak seberapa.
Senangnya akhirnya jadi juga rani tahun baruan bareng temen2. Tapi sebel, coz rencana tuk saling memberi kritikan dari temen2 ga bisa terlaksana dan itu semua gara2 mereka bertiga dah pada ngantuk, dan sampai sekarang rencana itu lom kesampaian.
Hmm tahun baru ini rani mo memperbaiki diri, yang paling pengen banget rani ilangin itu “Kebiasaan Terlambat” rani yang bukan hanya 5-10 menit tapi setengah jam.
Yang kedua rani mo punya misi menggemukkan badan biar gak dibilang “ceking” lagi…. (tapi kayaknya misi ini susah untuk terlaksana :-<)
Pokoknya rani harap tahun ini akan lebih baik dari tahun2 sebelumnya, bukan hanya tuk rani tapi juga tuk orang2 di sekitar rani, Amien!!